Pernah gak
sih loh ngerasa pesimis dan udah ngerasa gagal dulu sebelum menyoba?
misalnya, kita diminta untuk tampil di depan kelas. Entah itu untuk presentasi materi pelajaran, test pelajaran musik,
pentas drama kelas, bicara pake bahasa inggris di depan kelas, atau
semacamnya. Mungkin ada saatnya lo kesulitan menghadapi situasi begitu,
belum juga disuruh maju ke depan kelas, eh lo udah tegang
duluan..
Terkadang kita selalu pesimis dalam melakukan sebuah rintangan di dalam
hidup kita, ntah itu pesimis karena masalah penampilan, takut tidak
memberikan yang terbaik, dan takut akan sebuah kegagalan. Tapi
percayalah didalam diri kita terdapat rasa optimis yang amat besar
dibanding dengan rasa pesimis tersebut.
Banyak cara agar percaya diri kita kembali, dan berikut ini caranya.
1. Kembali mengingat rintangan yang dulu pernah kita anggap susah tapi bisa kita lewati
Kembali mengingat saat-saat kita sukses menurut pribadi saya sendiri itu bisa membuat rasa percaya diri kita kembali lagi, Misalnya
saat kita di tuntut untuk mempresentasikan tugas sekolah, awalnya kita
akan pesimis tapi saat tugas mempresentasikan tersebut sudah berlalu dan
kita telah berhasil melakukanya, rasa pesimis itu pasti lenyap.
Intinya ingatlah kembali sebelum kita melewati rintangan tersebut,
pasti kita sebelum melewati rintangan kita dirundung rasa pesimis, tapi
ingatlah kembali setelah kita lewati rintangan tersebut, perasaan kita
seperti apa? rasa pesimis langsung lenyap dan kita akan dengan percaya
dirinya menjalani hidup seperti biasanya, tapi akan ada waktunya kita
kembali dirundung rasa pesimis, tapi cukup mudah, ingat lah saat anda
melewati rintangan yang sulit tapi terlewati dulu.
Mengingat masa lalu dimana saat kita sukses itu penting untuk kedepan
hidup kita dibanding terus memikirkan masalalu yang suram yang pernah
menimpa hidup kita.
2. Belajar dari kesalahan diri sendiri dan kesalahan orang lain
Manusia memang tidak bisa lepas dari kesalahan, tapi dibalik
kesalahan tersebut bisa diambil sebuah pelajaran yang amat berharga
untuk menumbuhkan rasa optimis pada diri kita. Misalnya kita pernah
mengikuti lomba suatu pelajaran sekolah namun kita gagal memenangkan
lomba tersebut, dan kita ditunjuk untuk mengikuti lomba tersebut
kembali, kita takut karna dulu kita pernah gagal, tapi ambilah pelajaran
dari kesalahan tersebut, apa yang membuat kita gagal? pelajari apa yang
kita gagal sobat, jangan sesali kegagal mu.
Dibalik apa yang kita lakukan pasti terdapat sebuah pelajaran yang amat penting bagi hidup kita kedepanya.
3. Saatnya buktiin ke diri loh sendiri bahwa loh adalah sosok yang layak di percaya
Sabar dulu bos, keyakinan terhadap segala sesuatu itu gak dibangun dalam sekejap. Begitu juga dengan bukti yang dituntut oleh kepercayaan itu. Lo pikir emangnya 10--15 tahun yang lalu seorang Lionel Messi
atau Cristiano Ronaldo udah pede banget kalo kelak mereka akan jadi salah satu/dua pemain sepakbola terbaik sepanjang sejarah? Ya enggak dong, kepercayaan diri mereka untuk bisa main bola sambil dilihatin sama jutaan pasang mata dari seluruh dunia itu pasti gak cuma dateng gitu aja dalam sekejap.
Saat Messi mulai cetak gol pertama kalinya atau sewaktu adanya afirmasi (pengakuan) oleh lingkungannya, itulah saat pertama dia diberikan bukti bahwa dia itu punya kemampuan -- dan dengan cara seperti itu jugalah saat di mana kita jadi lebih pede dibandingkan sebelumnya! Sama juga seperti waktu gua pertama kali dipuji oleh Guru Seni Rupa waktu kelas 3 SD tentang kemampuan gambar gue,"Glenn, gambar kamu bagus lho. Sepertinya kamu punya bakat dalam menggambar". Sejak saat itulah, pertama kali gua nyadar kalo hasil usaha gua diapresiasi oleh orang lain, dari situ jugalah pertama kali rasa percaya diri gue (dalam kemampuan gambar) lahir dalam diri gue.
Nah, dari pencapaian-pencapaian kecil yang mendapatkan apresiasi, kepercayaan diri kita terus berkembang untuk memicu pencapaian-pencapaian berikutnya yang lebih besar. Sama juga mungkin waktu Messi bisa masuk akademi sepak bola junior, terus bisa meyakinkan pelatih kalo dia bisa masuk divisi utama, kemudian masuk Barcelona FC, mulai bisa mengimbangi pemain senior lain, terus dipuji oleh komentator, sampai akhirnya dia bisa bawa timnya jadi juara Liga Spanyol, terus menang Liga Champions, terus jadi pemecah rekor gol terbanyak dalam setahun, terus terpilih jadi pemain terbaik Eropa 4x, dsb.
Itulah yang gua maksud dengan PROSES PEMBUKTIAN SECARA KONSISTEN terhadap diri sendiri, yang membuat kita bisa PEDE dengan kemampuan kita.
Nah, mungkin emang contoh gue agak ekstrim kalo cerita soal achievement Messi dalam sepak bola. Tapi berdasarkan banyak social-research memang terlihat betapa kuatnya pengaruh antara tingkat apresiasi dari lingkungan eksternal dengan tingkat kepercayaan diri seseorang. So, kunci pertama untuk bisa ngembangin rasa PEDE adalah mulailah membangun keberhasilan-keberhasilan kecil yang bertahap sampai lo mendapatkan apresiasi yang tulus dari orang lain.
4. Saatnya loh maksimalkan hal yang bisa bikin loh pede sekaligus siasati juga hal yang bikin loh gak pede
Waktu gua SD, bisa dibilang gua termasuk anak yang rada minder. Faktor
yang bikin gua minder itu lumayan banyak, sampe kalo gua sebutin semua
satu-satu mungkin ini blog bisa jadi panjang banget, hahaha.. Tapi,
salah satu yang paling gua inget adalah prestasi akademis gua yang cukup
menyedihkan (waktu SD). Bayangin aja, gua pernah nembus ranking 3 lho,
tapi dari belakang! (zaman dulu masih ada sistem ranking). Artinya, bisa
dibilang gua jadi anak ketiga paling bego dari total 32 anak sekelas.
Mirisnya lagi, 2 anak yang lebih bego dari gue itu gak naik kelas, jadi
otomatis waktu gua naik kelas gua officially jadi anak yang paling bego di kelas, huahaha... Sampai kadang-kadang dulu gua mikir"Kekurangan gua itu sebetulnya cuma satu, yaitu gua nggak punya kelebihan apa-apa". Hahaha... #ngenes
Nah, tapi dari situ gua udah mulai bisa menimbang-nimbang faktor apa aja sih yang
seenggaknya bikin gua lebih pede, dan juga faktor yang bikin gua nggak
pede. Setelah gua coba renungin lagi, faktor yang selama ini cukup bikin
gua pede waktu dulu SD adalah karena gua jago gambar dan prakarya.
Sedangkan yang bikin gua nggak pede itu, karena nilai akademis gua cukup
mengenaskan.
Mulai deh dari sejak SMP gua coba melakukan seenggaknya dua hal, yaitu :
╚ Coba maksimalkan hal-hal yang bikin lo makin pede, - Berhubung hal yang bikin gua pede adalah skill gambar gua yang cenderung lebih bagus daripada temen-temen yang lain, mulailah gua asah kemampuan itu biar jadi makin jago. Sampai-sampai gua jadi mulai suka ngajarin temen gua yang kesulitan waktu pelajaran Seni Rupa. Dari mulai kadang bikinin tugas temen (yang ini jangan ditiru) sampai cari-cari kesempatan ngajarin cewek-cewek yang ca'em gimana caranya bikin prakarya yang rapih. Dari situ, mulailah gua bisa membuktikan kemampuan gua sama diri gua sendiri dengan cukup konsisten. Plus ada jugasupport dari temen-temen gue yang kasih apresiasi kecil "Ih Dit kok bisa sih gambarnya bagus begitu? Ajarin dong!" Dari situlah, gua mulai secara bertahap membangun kepercayaan diri gua yang berpengaruh ke banyak hal lain, dari mulai berani bicara di depan umum, berani ngajarin orang lain, berani tampil buat ngasih arahan gimana cara pakai kuas yang bener, dsb.
- Dari segala kekurangan gua yang bikin gua minder, yang paling bikin gua gemes itu ya nilai akademis gua yang ancur-ancuran. Nah, di sini emang gua perlu cukup banyak perjuangan yang bertahap untuk bikin hal ini jadi insignifikan. Dari mulai gua ningkatin porsi belajar mandiri gua di rumah, sampai gua coba minta ajarin temen yang paling pinter di kelas, minta diajarin orang-orang serumah, dsb. Hasilnya ya emang nggak bisa instan, tapi makin lama gua ngerasa kalo hasil keberhasilan-keberhasilan kecil gue (misalnya dapet nilai 60 dalam Ulangan Matematika) itu menggiring gua untuk keberhasilan-keberhasilan berikutnya yang lebih besar. Hasilnya dari sejak kelas SMP sampai lulus SMA gua selalu masuk ranking 10 besar di kelas. Dari situ, gua sadar kalo gua cukup berhasil mensiasati faktorr yang bikin gua nggak pede ini jadi se-insignifikan mungkin! Nah, buat lo mungkin kasusnya nggak sama dengan kasus gua, tapi pada prinsipnya sama aja. Misalnya, kalo faktor yang bikin lo nggak pede adalah karena penampilan fisik lo kurang oke (misalnya lo gemuk), ya berarti lo bisa coba siasati hal itu dengan cara menjaga pola makan dan olahraga. Atau, misalnya penampilan lo itu mirip gelandangan, ya lo bisa siasati dengan mandi tiap hari, bernampilan yang layak, dsb.
Amy Cuddy, seorang doktor dalam bidang Social Psychologydari Harvard, seorang doktor dalam bidang Social Psychologydari Harvard , melakukan penelitian bahwa ternyata non-verbal communication (bahasa tubuh) itu mencerminkan tingkat dominance, self-esteem, social power,dan juga tingkat self-confidence.
Nah, tapi menariknya lagi nih,
Amy nggak cuman menemukan bahwa bahasa tubuh bukan hanya sebagai
"tanda" yang menunjukan tingkat kepercayaan diri, namun juga sebaliknya,ternyata
bahasa tubuh tertentu juga merangsang produksi hormon testosteron dan
juga cortisol yang berperan dalam membuat orang semakin pede.
Hanya itu hal yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat sob ;)

0 komentar:
Posting Komentar